Kado Untuk para Exstrimist

Setahun cukup lama memang saya tidak intens untuk membaca buku yang bisa menambah pengetahuan, malam kemarin ketika saya bersilaturahmi dengan seorang senior dari sebuah organisasi, bercengkerama tentang perubahan dan perkembangan dari sebuah keinginan serta sebuah gagasan kecil untuk mengumpulkan para cendikiawan (orang yang rada sosialis beraliran marxis serta rada religius beraliran khoemini) di daerah tangerang barat ini maka saya sedikit tertarik akan gagasan itu. kemudian dia menyodorkan saya banyak sekali buku, dari aliran sufi sampai sosialis, dari pendidikan sampai politik, kemudian saya tertarik akan sebuah buku yang berjudul "menjadi seorang pembelajar", buku yang sedikit extrim memang dalam suatu sudut pandang para pendidik. saya pun teringat ketika banyak sekali orang-orang extrim di sekililng saya (dalam berfikir maupun bertindak), suatu quantum/percepatan/ketidakwajaran pun dianggap extrim. yang lebih hebat lagi extrim dalam mengambil keputusan (ex:menikah,Berhenti bekerja,Memulai suat usaha), saya pun kadang berfikir kenapa saya tak bisa bersikap extrim seperti itu. ketika senior saya berkata bahwa kau adalah apa yang kau baca (you are what you read) maka saya akan berkata Book is your enemy (Buku adalah Musuhmu),Maka buku tidak akan mempengaruhimu namun akan membuatmu semakin jaya jika kau menguasainya.Maka untuk para exstrimis mulailah berfikir untuk bertindak.

Leave a Reply